Oshikatsu (Aktivitas Mendukung "Idol") Semakin Populer di Kalangan Generasi Tua di Jepang
10 Jun 2026 - oleh : KarirJepang.id
10 Jun 2026 - oleh : KarirJepang.id
Oshikatsu (Aktivitas Mendukung Idola) Semakin Populer di Kalangan Generasi Tua di Jepang
Aktivitas oshikatsu — istilah yang merujuk pada berbagai kegiatan untuk mendukung idola, artis, atau karakter favorit — kini tidak lagi menjadi budaya yang identik dengan generasi muda. Semakin banyak orang dari kalangan usia lanjut yang aktif mendukung sosok favorit mereka, mulai dari menghadiri konser hingga membeli berbagai merchandise resmi.
Para ahli menilai bahwa fenomena ini membantu banyak lansia menemukan semangat dan tujuan hidup baru. Popularitas oshikatsu juga diperkirakan akan terus berkembang seiring semakin meluasnya penggunaan layanan siaran langsung (livestreaming).
"Ryo-kun! Ryo-kun!"
Seruan tersebut terdengar pada 8 April lalu di sebuah fasilitas perawatan lansia di Distrik Katsushika, Tokyo. Para penghuni yang memegang pom-pom dan kipas sorak-sorai dengan antusias mendukung penyanyi Ryo Nakada (37) melalui siaran langsung yang ditayangkan di televisi.
Nakada dikenal dengan julukan "Pangeran Lagu Nostalgia" karena memiliki repertoar sekitar 550 lagu populer era Showa (1926–1989). Siaran langsungnya diakses oleh sekitar 330 fasilitas lansia di seluruh Jepang.
Dalam pertunjukan tersebut, Nakada membawakan sejumlah lagu klasik Jepang yang terkenal, termasuk Aoi Sanmyaku (Blue Mountain Range). Ia juga menyebut nama fasilitas perawatan yang sedang menonton, yang membuat para penggemarnya di sana sangat gembira.
Kazuko Nakazawa (86), salah satu penghuni yang membawa handuk merchandise Nakada, mengatakan:
"Saya menyukai matanya. Dari matanya terlihat bahwa dia orang yang baik hati."
Konser yang digelar Nakada di Tokyo tahun lalu juga dihadiri banyak penggemar lansia, termasuk mereka yang menggunakan kursi roda.
Nakada mengungkapkan bahwa impiannya adalah tampil di acara musik tahunan NHK, Kohaku Uta Gassen, pada malam Tahun Baru, dan menyanyikan lagu untuk para penggemarnya yang menonton secara daring.
Penyanyi sekaligus pencipta lagu Fumi Amamoto (39) juga memiliki banyak penggemar dari kalangan lansia berkat lagu-lagunya yang mengangkat tema kematian.
Pada akhir Maret, sejumlah penggemarnya berkumpul di sebuah bar di Distrik Suginami, Tokyo, untuk mendengarkan penampilannya secara langsung. Dalam salah satu lagunya, Amamoto menyanyikan lirik:
"Saya berencana menyeberangi Sungai Sanzu dengan berenang gaya punggung."
Sungai Sanzu dalam kepercayaan Jepang merupakan sungai yang harus diseberangi oleh arwah menuju alam baka, mirip dengan Sungai Styx dalam mitologi Barat.
Seorang pria berusia 67 tahun yang telah menghadiri konser Amamoto selama sekitar 10 tahun mengatakan bahwa ia sering membagikan CD sang penyanyi kepada kenalannya untuk memperkenalkan musiknya.
Menurutnya, meskipun lagu-lagu Amamoto berbicara tentang kematian, inti dari seluruh karyanya adalah tentang cinta.
Amamoto sendiri menjelaskan bahwa ia menulis lagu dengan pemikiran bahwa semua kehidupan pada akhirnya akan berakhir, tidak peduli seberapa bahagianya kehidupan tersebut.
Meski tidak secara khusus menyasar kelompok usia tertentu, ia mengakui bahwa karyanya mendapat respons yang lebih kuat dari kalangan lansia. Beberapa penggemarnya bahkan bercanda dengan mengatakan kepadanya:
"Saya sudah hampir sampai di Sungai Sanzu."
Menurut Namiko Kubo-Kawai, profesor di Universitas Aichi Shukutoku yang mendalami fenomena oshikatsu, aktivitas mendukung sosok favorit dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan mental dan kualitas hidup para lansia.
Melalui oshikatsu, mereka memiliki sesuatu yang dinantikan setiap hari, tujuan untuk tetap aktif, serta kesempatan membangun hubungan sosial dengan sesama penggemar.
Dengan semakin berkembangnya teknologi siaran langsung dan media digital, para lansia kini dapat menikmati konser, acara interaktif, dan berbagai aktivitas penggemar tanpa harus meninggalkan rumah. Kondisi ini diperkirakan akan semakin memperluas budaya oshikatsu di kalangan generasi tua Jepang pada tahun-tahun mendatang.
Sumber;
https://www.japantimes.co.jp/