Hampir Separuh Warga Lansia di Jepang Berjalan Kaki Setengah Jam atau Lebih Sehari untuk Tetap Bugar
17 Sep 2026 - oleh : KarirJepang.id
17 Sep 2026 - oleh : KarirJepang.id
Berjalan kaki (ウォーキング, wookingu / 歩行, hokou) sering kali disebut sebagai cara paling mendasar untuk menjaga kesehatan (健康維持, kenkou iji). Cosmo Health, yang mengoperasikan layanan riset pasar berorientasi lansia (senior) Cosmo Lab, melakukan survei tentang kebiasaan berjalan kaki pada bulan Maret tahun ini dengan menargetkan orang-orang berusia 50 tahun ke atas, dan berhasil mengumpulkan total 1.524 tanggapan.
Durasi waktu paling umum yang dihabiskan untuk berjalan kaki per hari adalah 10 hingga 30 menit, yang mencakup 31,5% dari total responden. Posisi ini diikuti ketat oleh rentang waktu 30 hingga 60 menit sebesar 29,8%, sementara 17,5% lainnya berjalan kaki selama satu jam atau lebih. Ini berarti hampir separuh dari responden berjalan kaki selama 30 menit atau lebih setiap harinya. Sementara itu, mereka yang hampir tidak berjalan kaki sama sekali atau berjalan kurang dari 10 menit sehari berjumlah sedikit di atas 20%, memperlihatkan adanya kesenjangan yang jelas antara mereka yang rutin berjalan kaki dan mereka yang membatasinya seminimal mungkin.

Ketika ditanya hal apa yang selalu mereka perhatikan saat berjalan kaki, 61,0% menjawab "menjaga punggung tetap tegak" (背筋を伸ばす, sesuji o nobasu), diikuti oleh "berhati-hati agar tidak jatuh" (転倒防止, tentou boushi) sebesar 49,7% dan "mengambil langkah lebar" (歩幅を広げる, hohaba o hirogeru) sebesar 34,4%. Penekanan yang kuat pada postur tubuh (姿勢, shisei) dan upaya menghindari jatuh ini tampaknya mencerminkan keinginan untuk tetap terlihat bugar dan berjiwa muda (若々しさ, wakawakashisa) selama mungkin.

Dua kekhawatiran terbesar responden mengenai kemampuan berjalan kaki di masa depan adalah "cedera akibat jatuh" (50,7%) dan "tidak mampu lagi berjalan jarak jauh" (50,1%). Sementara itu, sedikit di atas 20% responden masing-masing merasa khawatir akan "tidak bisa lagi bepergian/berwisata" (旅行, ryokou) atau "memerlukan tongkat jalan (杖, tsue) maupun alat bantu mobilitas".

Lebih dari separuh responden menyatakan bahwa mereka "berolahraga dan melakukan peregangan" (運動・ストレッチ, undou/sutoretchi) atau "pergi jalan-jalan santai" (散歩, sanpo) agar tetap aktif di masa mendatang. Hal ini menunjukkan bahwa banyak orang yang disiplin menjaga rutinitas harian demi membangun kekuatan fisik (体力, tairyoku) yang dibutuhkan agar bisa terus berjalan dengan baik.
Sumber;
https://www.nippon.com/