KP2MI Targetkan 500 Ribu Pekerja Migran Terampil Lewat Penguatan Sistem Vokasi
16 Apr 2026 - oleh : KarirJepang.id
16 Apr 2026 - oleh : KarirJepang.id
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memperkuat ekosistem vokasi nasional sebagai upaya meningkatkan kompetensi pekerja migran Indonesia agar mampu bersaing di pasar kerja internasional. Penguatan ini dilakukan melalui sinergi dengan berbagai lembaga pelatihan dan asosiasi terkait.
Direktur Kelembagaan Vokasi KP2MI, Abri Danar Prabawa, menegaskan bahwa pembenahan sistem vokasi merupakan langkah krusial dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan standar pasar global.
"Forum ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan langkah dalam membangun sistem vokasi yang terarah, terintegrasi, dan responsif terhadap kebutuhan pasar kerja global," ujar Abri seperti dikutip dari laman resmi KP2MI dalam Rapat Pengembangan E-Vokasi di Kantor Kementerian P2MI, Senin (13/4/2026).
Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah asosiasi dan lembaga pelatihan, antara lain P4MI, OP3I, P3VOKASI, API-IWS, FKP-KPI, ASLI, PELITA, dan HIPKI. Turut hadir pula lembaga bahasa internasional seperti Japan Foundation Indonesia dan Goethe-Institut Indonesien.
Abri menjelaskan, Indonesia tengah berada dalam fase bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif yang besar. Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh.
Sementara itu, kebutuhan tenaga kerja global di sektor caregiver, perhotelan, manufaktur, dan jasa terus mengalami peningkatan. Di sisi lain, masih terdapat kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja Indonesia dan tuntutan pasar internasional.
Dalam rangka menjawab tantangan itu, pemerintah menetapkan target ambisius. "Pemerintah menargetkan penyiapan dan penempatan sekitar 500 ribu pekerja migran terampil sebagai bagian dari strategi peningkatan kontribusi tenaga kerja Indonesia di tingkat global," jelas Abri dalam laporan yang sama.
Untuk mencapai target tersebut, pendidikan dan pelatihan vokasi ditetapkan sebagai jalur utama. Penguatan difokuskan pada peningkatan sertifikasi kompetensi, kemampuan bahasa asing, serta pengembangan keterampilan interpersonal.
KP2MI juga mengembangkan sejumlah program pendukung, meliputi Migrant Center, Kelas Migran, sekolah vokasi berbasis sektor prioritas, hingga platform digital e-Vokasi. Ke depan, pemerintah akan memprioritaskan pendataan nasional lembaga vokasi, standarisasi pelatihan, serta pemetaan kapasitas pelatihan di seluruh wilayah Indonesia.
"KP2MI mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat aktif dalam membangun sistem penyiapan tenaga kerja yang terkoordinasi dan berkelanjutan," imbuh Abri.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, pemerintah optimistis dapat melahirkan pekerja migran Indonesia yang profesional, terlindungi, dan berdaya saing tinggi di kancah global.
Sumber;
https://towa.co.id/