Jadi Kantong TKI Terbesar, Kenapa Warga Cilacap Banyak Kerja ke Luar Negeri
08 May 2026 - oleh : KarirJepang.id
08 May 2026 - oleh : KarirJepang.id
Kabupaten Cilacap terus memperkuat perlindungan dan pemberdayaan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) menyusul tingginya jumlah warga yang bekerja di luar negeri setiap tahunnya.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cilacap, Farid Riyanto, mengatakan Cilacap saat ini menjadi kantong PMI terbesar di Jawa Tengah dan menempati posisi kedua secara nasional.
“Cilacap ini merupakan kantong PMI nomor satu di Jawa Tengah dan nomor dua di Indonesia, sehingga perlindungan bagi pekerja migran harus menjadi perhatian bersama,” ujar Farid, Kamis (7/5/2026).
Farid mengungkapkan perlindungan terhadap PMI tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah daerah, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan seluruh pemangku kepentingan.
“PMI bukan hanya pahlawan devisa, tetapi juga harus sejahtera setelah pulang ke daerah asal dan tidak boleh terbengkalai,” katanya.
Disnaker Cilacap juga terus mendorong pengembangan program Desa Migran Emas Indonesia sebagai wadah pemberdayaan eks PMI agar tetap produktif setelah kembali ke kampung halaman.
Saat ini, program Desa Migran Emas telah berjalan di tiga wilayah, yakni Desa Bojongsari Kecamatan Kedungreja, Desa Sidareja Kecamatan Binangun, dan Desa Glempangpasir Kecamatan Adipala.
Farid menyebut jumlah Desa Migran Emas berpotensi terus bertambah seiring dukungan dari berbagai pihak, termasuk kementerian dan lembaga pendamping.
Farid mengungkapkan perlindungan terhadap PMI tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah daerah, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan seluruh pemangku kepentingan.
“PMI bukan hanya pahlawan devisa, tetapi juga harus sejahtera setelah pulang ke daerah asal dan tidak boleh terbengkalai,” katanya.
Disnaker Cilacap juga terus mendorong pengembangan program Desa Migran Emas Indonesia sebagai wadah pemberdayaan eks PMI agar tetap produktif setelah kembali ke kampung halaman.
Saat ini, program Desa Migran Emas telah berjalan di tiga wilayah, yakni Desa Bojongsari Kecamatan Kedungreja, Desa Sidareja Kecamatan Binangun, dan Desa Glempangpasir Kecamatan Adipala.
Farid menyebut jumlah Desa Migran Emas berpotensi terus bertambah seiring dukungan dari berbagai pihak, termasuk kementerian dan lembaga pendamping.
Sumber;
https://banyumas.tribunnews.com/