Wisatawan Asing dari Negara Mana yang Paling Banyak Menghabiskan Uang per Orang di Jepang?
23 Jul 2026 - oleh : KarirJepang.id
23 Jul 2026 - oleh : KarirJepang.id
Statistik terbaru menunjukkan bahwa pada paruh pertama tahun 2026, Jepang mengalami penurunan jumlah wisatawan asing untuk pertama kalinya dalam lima tahun. Meski sebagian orang menganggap hal ini sebagai tanda bahwa ledakan pariwisata Jepang mulai mereda, jumlah wisatawan hanyalah sebagian dari gambaran keseluruhan. Pengeluaran wisatawan asing di Jepang justru terus meningkat.
Berdasarkan Survei Tren Pengeluaran Wisatawan Mancanegara yang dirilis oleh Japan Tourism Agency (JTA) di bawah Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang (MLIT), wisatawan asing menghabiskan sekitar 2,5096 triliun yen (sekitar US$14,49 miliar) selama periode April–Juni 2026. Angka ini meningkat 0,2% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Walaupun kenaikannya relatif kecil, hasil tersebut tetap mengesankan mengingat pengeluaran wisatawan asal Tiongkok, yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi industri pariwisata Jepang, mengalami penurunan drastis.
| PeringkatNegaraTotal Pengeluaran | ||
| 1 | Amerika Serikat | 384,8 miliar yen (+8,5%) |
| 2 | Taiwan | 363,9 miliar yen (+27,9%) |
| 3 | Tiongkok | 259,2 miliar yen (-48,8%) |
| 4 | Korea Selatan | 248,9 miliar yen (+12,2%) |
| 5 | Hong Kong | 145,2 miliar yen (+7,8%) |
| 6 | Australia | 105,9 miliar yen (+5,9%) |
| 7 | Thailand | 71,8 miliar yen (+0,3%) |
| 8 | Inggris | 68,7 miliar yen (+0,4%) |
| 9 | Kanada | 68,1 miliar yen (+10,4%) |
| 10 | Singapura | 60 miliar yen (+20,1%) |
Di luar 10 besar, beberapa negara juga mencatat pertumbuhan pengeluaran yang signifikan:

Kategori pengeluaran terbesar masih berasal dari akomodasi (hotel), meskipun proporsinya sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
| KategoriApril–Juni 2026Persentase | ||
| Hotel | 927,8 miliar yen | 37,0% |
| Belanja | 673,1 miliar yen | 26,8% |
| Makanan & Minuman | 545,4 miliar yen | 21,7% |
| Transportasi di Jepang | 252,7 miliar yen | 10,1% |
| Hiburan | 108,8 miliar yen | 4,3% |
Dibandingkan tahun sebelumnya, pengeluaran untuk belanja dan kuliner mengalami peningkatan, sementara proporsi pengeluaran untuk hotel sedikit menurun.
Rata-rata setiap wisatawan asing menghabiskan sekitar:
244.457 yen selama berada di Jepang.
Wisatawan dari Amerika Utara dan Eropa umumnya menghabiskan lebih banyak uang karena masa tinggal mereka cenderung lebih lama dibandingkan wisatawan dari negara-negara Asia yang lokasinya lebih dekat.
| NegaraPengeluaran per Orang | |
| Inggris | 456.493 yen |
| Australia | 426.949 yen |
| Amerika Serikat | 378.547 yen |
| Kanada | 371.388 yen |
| Singapura | 289.923 yen |
| Tiongkok | 266.753 yen |
| Hong Kong | 225.117 yen |
| Taiwan | 196.641 yen |
| Korea Selatan | 99.542 yen |
Bukan Amerika Serikat.
Bukan pula Tiongkok.

Melainkan Meksiko.
Wisatawan asal Meksiko menghabiskan rata-rata:
514.925 yen per orang
Angka tersebut lebih dari dua kali lipat rata-rata seluruh wisatawan asing di Jepang dan menjadikan Meksiko satu-satunya negara yang melampaui rata-rata 500.000 yen per wisatawan.
Posisi berikutnya ditempati oleh wisatawan dari kawasan Timur Tengah, dengan rata-rata pengeluaran 482.836 yen per orang.
Menariknya, tingginya angka tersebut bukan disebabkan oleh perjalanan bisnis para eksekutif perusahaan. Ketika Japan Tourism Agency hanya menghitung wisatawan yang datang untuk tujuan liburan, hasilnya tetap sama:
Meski rata-rata pengeluaran wisatawan Meksiko sangat tinggi, jumlah mereka masih relatif sedikit.
Selama April–Juni 2026, total pengeluaran wisatawan asal Meksiko hanya mencapai:
27,9 miliar yen
Jumlah tersebut masih termasuk yang terendah di antara 25 negara dan wilayah yang dianalisis dalam survei.
Bahkan, peningkatan wisatawan Meksiko merupakan fenomena yang cukup baru sehingga Japan Tourism Agency belum mengumpulkan data khusus mengenai Meksiko dalam survei tahun 2025.
Meski demikian, data ini menunjukkan bahwa terdapat segmen wisatawan asal Meksiko yang memiliki daya beli tinggi dan semakin tertarik berkunjung ke Jepang. Hal ini juga memperlihatkan bahwa daya tarik Jepang sebagai destinasi wisata kini semakin meluas ke berbagai negara, tidak lagi bergantung pada pasar wisatawan tradisional seperti Tiongkok atau Korea Selatan.
Sumber;
https://soranews24.com/