Top
62-811-9696-9166 - Raya
news

Jumlah Pekerja Migran Indramayu Melonjak Drastis pada 2025, Disnaker Soroti Isu Ilegal

13 Feb 2026 - oleh : KarirJepang.id


Jumlah Pekerja Migran Indramayu Melonjak Drastis pada 2025, Disnaker Soroti Isu Ilegal

Jumlah pekerja migran asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kembali menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025. Data terbaru mencatat sebanyak 21.182 warga Indramayu telah berangkat ke luar negeri, sebuah angka yang mendekati level penempatan sebelum pandemi Covid-19 melanda.


Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Indramayu, Asep Kurniawan, menjelaskan bahwa angka tersebut dihimpun dari berbagai skema penempatan formal yang terdata oleh pemerintah. “Itu yang terdata di P3MI dengan penempatan perorangan, mandiri ya. Terus juga perpanjangan kontrak di luar negeri,” ungkap Asep, Rabu (11/2/2026).


Menurut pantauan Mureks, diperkirakan jumlah warga Indramayu yang bekerja di luar negeri sebenarnya lebih tinggi dari data resmi. Hal ini lantaran data tersebut belum mencakup pekerja yang berangkat melalui jalur pemagangan maupun secara mandiri, termasuk mereka yang memilih Jepang sebagai negara tujuan.


Tren keberangkatan pekerja migran asal Indramayu ini mulai kembali seperti masa sebelum pandemi. “Jumlah tahun 2025 hampir sama kayak sebelum Covid. Kalau pas Covid kan sempat turun drastis dan tahun ini kembali naik drastis,” tambah Asep.


Taiwan Masih Jadi Primadona Tujuan Pekerja Migran


Taiwan masih menjadi negara tujuan paling diminati oleh para pekerja migran asal Indramayu. Setelah Taiwan, Hong Kong dan Singapura juga menjadi destinasi favorit. Besarnya pendapatan yang bisa diperoleh di luar negeri menjadi faktor utama tingginya minat bekerja di luar negeri. Selain itu, minimnya kesempatan kerja di daerah asal juga turut mendorong warga Indramayu mencari nafkah di negeri orang.


Negara TujuanKeterangan
TaiwanTerbanyak
Hong KongTerbanyak Kedua
SingapuraTerbanyak Ketiga
JepangData belum terdata


Permasalahan dan Upaya Pengetatan Regulasi


Di balik tren peningkatan ini, sejumlah persoalan juga muncul. Disnaker Indramayu menerima laporan pekerja migran yang mengalami sakit hingga meninggal dunia di negara penempatan. Masalah ini terutama dialami oleh mereka yang berangkat secara ilegal. “Hal ini yang harus kita berantas, jumlahnya kita juga tidak tahu karena tidak tercatat di pemerintah,” tegas Asep.


Pemerintah daerah terus berupaya memperketat mekanisme keberangkatan pekerja migran melalui regulasi desa. Warga yang ingin bekerja ke luar negeri diwajibkan melapor terlebih dahulu kepada pemerintah desa dan memperoleh persetujuan keluarga. “Calon PMI harus dapat izin dahulu dari pemerintah desa, mereka juga mesti mendapat izin dari keluarganya,” pungkas Asep Kurniawan.






Sumber;

https://mureks.co.id/

map
KarirJepang blog

other_news

blog

Kuil Terkenal di Kyoto Memiliki Pesan un...

Fushimi Inari Taisha meminta pengunjung untuk menunjukkan rasa hormat setelah video tarian yang dire...

blog

Jepang Bersiap Hadapi Hujan Lebat dan An...

TOKYO — Sebuah topan (台風, taifuu) besar bergerak menuju pantai Pasifik Jepang timur pada hari ...

blog

Hampir Separuh Warga Lansia di Jepang Be...

Kesenjangan Kebiasaan Berjalan KakiBerjalan kaki (ウォーキング, wookingu / 歩行, hokou) seri...

blog

FamilyMart Merilis Koleksi Kaus Kaki Bar...

Lini kaus kaki (靴下, kutsushita) terbaru dari FamilyMart (ファミリーマート, Famiiriimaato...

blog

Robot Tempat Sampah Berkeliling di Stasi...

Meskipun Jepang sangat identik dengan kenyamanan dan semangat keramahtamahan (おもてなし, omote...

blog

Jepang Mempertimbangkan Sektor Keamanan ...

Badan Kepolisian Nasional Jepang (警察庁, Keisatsuchou) mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka a...

map
KarirJepang.id

our_partners