Fukui: Arak-arakan Festival dengan Boneka Raksasa Memukau Penonton; Festival Berusia 300 Tahun Ini Disebut Salah Satu “Tiga Festival Besar” Wilayah Hokuriku
19 May 2026 - oleh : KarirJepang.id
19 May 2026 - oleh : KarirJepang.id
Fukui — Para penonton berkumpul dan bersorak menyaksikan parade meriah kendaraan hias festival yang menampilkan boneka raksasa setinggi enam meter bergambar tokoh-tokoh prajurit bersejarah dalam Festival Mikuni, sebuah festival berusia 300 tahun yang dikenal sebagai salah satu “tiga festival besar” di wilayah Hokuriku.

Arak-arakan kendaraan hias yang melintasi jalanan kota, diiringi anak-anak dan para pemain musik tradisional, menjadi puncak acara festival tahunan yang digelar pada 19–21 Mei di Kota Sakai, Prefektur Fukui.
Mikuni merupakan nama kota lama yang kini telah bergabung dengan wilayah lain membentuk Kota Sakai. Menurut seorang staf museum setempat, festival ini awalnya diadakan untuk meningkatkan kemakmuran perdagangan dan meramaikan kota pesisir Laut Jepang tersebut. Distrik-distrik di bekas wilayah Kota Mikuni secara bergiliran bertanggung jawab menyiapkan kendaraan hias festival.
Pada 20 Mei, hari utama parade, enam kendaraan hias megah — mewakili lima distrik serta sebuah asosiasi promosi festival lokal — mulai berparade di jalanan. Kendaraan-kendaraan tersebut menampilkan tokoh panglima perang terkenal seperti Sanada Yukimura dan Kimura Shigenari, melintasi jalan-jalan dan gang yang dipenuhi penonton serta deretan kios sebelum akhirnya berkumpul di depan Kuil Mikuni.
Sesaat setelah pukul 13.00, kendaraan-kendaraan hias itu diputar dengan cepat di depan kuil sebelum parade resmi dimulai, diiringi tabuhan genderang dan alunan seruling.

Sorak-sorai meriah terdengar dari para penonton ketika kendaraan hias berukuran besar itu berbelok dramatis di tikungan jalan dan sudut-sudut sempit, di tengah teriakan semangat dan tepuk tangan penonton.
Selain itu, kuil portabel mikoshi juga turut diarak dalam parade. Para pembawanya berjalan penuh semangat sambil meneriakkan, “Wasshoi! Wasshoi!”
“Kami tidak bisa datang selama beberapa tahun terakhir, tetapi kesan dan kemeriahannya tetap luar biasa seperti dulu,” ujar seorang pria berusia 50-an asal Sakai yang datang bersama istrinya untuk menghadiri festival tersebut.
Sumber;
https://japannews.yomiuri.co.jp/