Top
62-811-9696-9166 - Raya
news

Sumpit Bekas Kini Naik Kelas dari “Sampah” Menjadi “Material Bernilai” di Kota Kawasaki Berkat ChopValue

25 May 2026 - oleh : KarirJepang.id


Sumpit Bekas Kini Naik Kelas dari “Sampah” Menjadi “Material Bernilai” di Kota Kawasaki Berkat ChopValue

Setiap hari, jutaan orang di Jepang membuka bento atau menikmati makanan di restoran menggunakan sepasang sumpit yang pada akhirnya akan dibuang setelah dipakai — bahkan mungkin lebih cepat jika sumpit tersebut terjatuh ke lantai. Memang, dibandingkan peralatan makan plastik, sumpit kayu lebih mudah terurai secara alami. Namun tetap saja terasa sangat boros jika material sebanyak itu langsung dibuang hanya setelah sekali penggunaan.


Hal inilah yang coba diatasi oleh perusahaan asal Kanada, ChopValue, dengan mengembangkan metode untuk mengolah sumpit bekas menjadi material bangunan yang kuat dan memiliki tampilan menarik. Caranya adalah dengan mengumpulkan sumpit bekas, mensterilkannya, lalu memadatkannya menjadi balok material yang disebut lebih keras daripada kayu maple dan lebih kuat dibanding kayu oak.



Metode ini mulai mendapat perhatian di berbagai negara, dan saat ini pabrik mikro ChopValue telah tersebar di berbagai belahan dunia. Di Jepang sendiri, ChopValue Japan baru membuka fasilitasnya pada tahun 2024 di Kota Kawasaki, Prefektur Kanagawa.


Sudah bukan rahasia lagi bahwa Jepang menggunakan sumpit dalam jumlah sangat besar. Jika model bisnis ini dapat diperluas ke seluruh negeri, diperkirakan sekitar 20 miliar sumpit per tahun bisa didaur ulang menjadi produk baru.


Namun, ada satu kendala besar untuk mewujudkan hal tersebut: undang-undang pengelolaan limbah di Jepang yang sangat ketat. Karena sumpit bekas dikategorikan sebagai “sampah”, siapa pun yang ingin mengumpulkannya dari restoran atau tempat makan harus memiliki izin khusus.


Masalahnya, izin tersebut sangat sulit diperoleh dan diatur oleh pemerintah daerah masing-masing kota. Artinya, ChopValue harus mendapatkan izin terpisah di setiap kota tempat mereka beroperasi. Tidak hanya itu, restoran dan pelaku usaha juga diwajibkan menyimpan catatan rinci mengenai penggunaan dan pembuangan sumpit mereka — sebuah beban administrasi yang tentu tidak semua bisnis bersedia jalani.



Menghadapi situasi tersebut, ChopValue Japan kemudian bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kawasaki untuk melakukan penelitian terkait teknologi daur ulang sumpit mereka.


Berkat kerja sama itu, Kota Kawasaki kini secara resmi menaikkan status sumpit bekas dari kategori “sampah” menjadi “material bernilai”. Dengan perubahan ini, sumpit bekas dapat diperlakukan layaknya komoditas biasa yang bisa dikumpulkan dan diperdagangkan secara bebas tanpa regulasi pengelolaan limbah yang rumit.


Karena itu, masyarakat mungkin akan mulai melihat kotak pengumpulan sumpit di berbagai tempat di sekitar kota.


Namun, sebelum warga Kawasaki mulai menimbun sumpit bekas demi mencari keuntungan karena kini dianggap sebagai “material bernilai”, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan. Hanya sumpit bambu yang dikumpulkan oleh ChopValue yang mendapat status tersebut. Jenis sumpit bekas lainnya tetap dianggap sebagai “sampah” menurut hukum Jepang.


Meski begitu, langkah ini dianggap sebagai momen penting bagi perkembangan model bisnis ekonomi sirkular di Jepang. Kebijakan tersebut menjadi preseden yang dapat dimanfaatkan ChopValue ketika membuka fasilitas di kota-kota lain di Jepang. Selain itu, langkah ini juga menciptakan kerangka baru yang bisa ditiru oleh bisnis daur ulang lainnya untuk menghadapi ketatnya regulasi Jepang yang sudah lama berlaku.



Dengan masa depan ChopValue Japan yang terlihat semakin cerah, bukan tidak mungkin suatu hari nanti membuang sumpit sekali pakai tidak lagi berarti menciptakan sampah, melainkan menciptakan barang-barang baru yang dapat digunakan kembali dalam kehidupan sehari-hari.

map
KarirJepang blog

other_news

blog

Kuil di Kyoto Larang Pengunjung Mengenak...

Pengunjung kuil berusia 600 tahun dilarang mengenakan pakaian tradisional menyusul masalah yang dise...

blog

Japan Railways Mengumumkan Tiket Kereta ...

Cara yang bagus untuk menjelajahi rute-rute tersembunyi di Jepang pada musim gugur ini.Anda dapat be...

blog

Pria Asal Indonesia Bekerja di Kapal Pen...

ECHIZEN, Fukui -- Seorang pria Asal Indonesia berusia 19 tahun sedang bekerja keras di kapal penangk...

blog

Survei: 35% Anak Muda Lajang di Jepang M...

Tiga puluh lima persen anak muda yang belum menikah (未婚, mikon) di Jepang mengatakan mereka tida...

blog

Pembukaan Tempat Baru! OSAKE dan WORLD O...

Senang rasanya melihat Tokyo kembali hidup dan rasanya hampir seperti kita kembali normal dengan ban...

blog

Apakah Izin Tinggal Tetap di Jepang Masi...

Selama bertahun-tahun, Izin Tinggal Tetap di Jepang atau Permanent Residency (永住権, eijuuken / ...

map
KarirJepang.id

our_partners