Pekerja Migran Asal Buleleng Bali Meninggal di Jepang, Ditemukan di Gudang Perusahaan
12 Jan 2026 - oleh : KarirJepang.id
12 Jan 2026 - oleh : KarirJepang.id
Kadek Agus Winarta (23) ditemukan tewas menggantung diri di gudang perusahaan tempatnya bekerja di Jepang pada 21 Desember 2025. Kepolisian setempat masih menyelidiki penyebab pasti kematian pemuda asal Desa Gitgit, Buleleng tersebut.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Buleleng, Putu Arimbawa, mengungkapkan pihaknya telah menerima dokumen sementara dari otoritas Jepang. Dokumen tersebut menyebutkan kematian Agus disebabkan kekurangan oksigen akibat leher tercekik. Namun, belum ada kepastian apakah ini bunuh diri atau ada faktor lain.
“Dalam dokumen tertulis penyebab kematian karena kekurangan oksigen akibat leher tercekik. Cuman kebenaran gantung diri atau gimana, itu masih dalam proses penyelidikan kepolisian Jepang,” ungkapnya saat dihubungi pada Minggu (11/1/2026).
Proses pemulangan jenazah sempat tertunda karena bertepatan dengan libur akhir tahun di Negeri Sakura. Jenazah Agus baru tiba di Bali pada Sabtu (10/01/2026) sekitar pukul 17.30 Wita melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Penjempatan jenazah dilakukan dengan pendampingan Disnaker Buleleng dan Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali. Jenazah kemudian dibawa ke Buleleng dan tiba di rumah duka sekitar pukul 22.00 Wita.
Agus yang merupakan anak yatim piatu disemayamkan di rumah pamannya di Desa Gitgit. Arimbawa menjelaskan, upacara pelebon dijadwalkan berlangsung pada 15 Januari 2026 mendatang.
“Tadi pagi saya ke rumah duka. Karena korban yatim piatu, jenazah disemayamkan di rumah pamannya. Rencananya akan diupacarai tanggal 15,” jelasnya.
Sebelum tragedi menimpa, Agus tercatat mengikuti program magang di sektor perikanan di Jepang selama tiga tahun. Masa magangnya berakhir pada September 2025, kemudian ia langsung menandatangani kontrak kerja dengan perusahaan baru pada Oktober 2025.
Namun, belum genap tiga bulan bekerja, pemuda asal Buleleng ini ditemukan tewas tergantung. Kasus ini menambah daftar tragedi yang menimpa pekerja migran Indonesia di luar negeri, termasuk Ni Komang Dewantari (31) asal Karangasem yang juga tewas di Turki empat hari setelahnya, tepatnya pada 25 Desember 2025.
Sumber;
https://voiceindonesia.co/