Top
62-811-9696-9166 - Raya
news

Pariwisata Jepang Melambat? Jumlah Wisatawan Asing Turun untuk Pertama Kalinya dalam Lima Tahun

17 Jul 2026 - oleh : KarirJepang.id


Pariwisata Jepang Melambat? Jumlah Wisatawan Asing Turun untuk Pertama Kalinya dalam Lima Tahun

Laporan terbaru menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Namun, apakah ini benar-benar menandai berakhirnya popularitas Jepang sebagai destinasi wisata?


Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang mengalami lonjakan pariwisata yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan jumlah wisatawan mancanegara mencetak rekor baru pada tahun 2024 dan 2025.

Namun kini, untuk pertama kalinya dalam lima tahun, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang mengalami penurunan.


Menurut data yang dirilis oleh Japan National Tourism Organization (JNTO) pada 15 Juli, Jepang menerima sekitar 21.084.800 wisatawan mancanegara selama periode Januari hingga Juni 2026. Meskipun jumlah tersebut masih melampaui angka 20 juta untuk tahun kedua berturut-turut, total itu turun 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.



Penurunan ini terutama disebabkan oleh merosotnya jumlah wisatawan asal Tiongkok, setelah pemerintah negara tersebut mengeluarkan imbauan perjalanan yang menyarankan warganya untuk tidak bepergian ke Jepang. Selama paruh pertama tahun ini, jumlah wisatawan asal Tiongkok hanya mencapai 2.058.200 orang, turun 56,4 persen dibandingkan sekitar 4.720.600 orang pada periode Januari–Juni tahun lalu.


Tren penurunan ini paling terlihat pada bulan Juni. Jepang menerima sekitar 3.148.600 wisatawan asing pada bulan tersebut, turun 6,8 persen dibandingkan Juni tahun lalu. Penurunan ini juga terutama disebabkan oleh wisatawan asal Tiongkok, yang jumlahnya turun selama tujuh bulan berturut-turut menjadi 340.700 orang, atau 56,3 persen lebih rendah dibandingkan Juni tahun lalu.


Meski demikian, kondisi ini tidak sepenuhnya menjadi kabar buruk bagi industri pariwisata Jepang. Penurunan wisatawan asal Tiongkok berhasil diimbangi oleh pertumbuhan pengunjung dari sejumlah negara lain.


Jumlah wisatawan dari Korea Selatan dan Taiwan mencatat rekor tertinggi untuk bulan Juni, masing-masing meningkat 7,8 persen dan 14,6 persen. Sementara itu, jumlah wisatawan dari Amerika Serikat juga mencapai rekor tertinggi untuk bulan Juni dengan 354.500 orang, naik 2,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.


Untuk periode Januari hingga Juni, Korea Selatan tetap menjadi negara penyumbang wisatawan terbanyak ke Jepang dengan 5.675.100 pengunjung, meningkat 18,6 persen dibandingkan tahun lalu.


Sementara itu, Taiwan mencatat pertumbuhan yang sangat kuat dengan 3.972.200 wisatawan, naik 20,9 persen, sehingga berhasil naik ke posisi kedua, menggeser Tiongkok yang sebelumnya menempati peringkat tersebut.


Data terbaru juga menunjukkan bahwa pengeluaran wisatawan asing selama berada di Jepang masih terus meningkat. Sepanjang April hingga Juni, total konsumsi wisatawan mencapai 2,5096 triliun yen (sekitar US$17 miliar), naik 0,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Rata-rata pengeluaran per wisatawan juga mencetak rekor baru, meningkat 3,3 persen menjadi 244.457 yen (sekitar US$1.508) per orang.



Apakah Ledakan Pariwisata Jepang Benar-Benar Melambat?


Berdasarkan data tersebut, popularitas Jepang sebagai destinasi wisata sebenarnya belum mengalami penurunan secara menyeluruh. Yang berubah adalah komposisi asal wisatawannya.


Ketika jumlah wisatawan dari Tiongkok terus menurun, kunjungan dari negara-negara Asia lainnya justru meningkat secara stabil. Selain itu, pasar seperti Amerika Serikat juga mulai membantu mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh penurunan wisatawan asal Tiongkok.


Meskipun demikian, penurunan total jumlah pengunjung tetap menjadi perhatian bagi pelaku industri pariwisata Jepang. Mereka akan terus memantau laporan-laporan berikutnya untuk melihat apakah tren penurunan ini akan berlanjut.


Melihat kondisi saat ini, tantangan terbesar Jepang ke depan kemungkinan bukan lagi bagaimana menarik lebih banyak wisatawan, melainkan bagaimana mengurangi ketergantungan terhadap satu pasar tertentu. Situasi yang terjadi dengan Tiongkok menunjukkan bahwa hubungan dengan satu negara saja dapat memberikan dampak besar terhadap keseluruhan industri pariwisata Jepang.






Sumber;

https://soranews24.com/

map
KarirJepang blog

other_news

blog

Titik di Ginza Kembali Menjadi Lokasi de...

Sebidang Tanah Seukuran Kartu Pos Bernilai Ratusan Ribu YenPada 1 Juli, Badan Pajak Nasional Jepang ...

blog

LPK Mariku Akademi Unggul Resmi Buka Pen...

Tangerang, 15 Juli 2026 – LPK Mariku Akademi Unggul kembali membuka pendaftaran peserta didik untu...

blog

Enam dari Sepuluh Orang di Jepang Gunaka...

Sebuah survei menunjukkan bahwa enam dari sepuluh orang di Jepang yang berencana berlibur pada musim...

blog

Kota di Jepang Batasi Salat di Masjid, P...

CHIBA – Keputusan sebuah kota di dekat Tokyo yang melarang sebuah masjid menggelar salat berjamaah...

blog

Berlayar di Atas Kapal Bajak Laut Raksas...

Bila berbicara tentang musim panas di Jepang, kebanyakan orang akan langsung teringat pada tiga hal:...

blog

Jepang Tunda Pengetatan Aturan Produk Te...

TOKYO – Kementerian Kesehatan Jepang pada Kamis mengumumkan bahwa pemerintah untuk sementara menun...

map
KarirJepang.id

our_partners