500.000 Pekerja Migran Ditargetkan, Jepang hingga Turki Jadi Tujuan
05 Feb 2026 - oleh : KarirJepang.id
05 Feb 2026 - oleh : KarirJepang.id
Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mematangkan langkah strategis untuk merealisasikan target penempatan 500.000 pekerja migran Indonesia (PMI) ke berbagai negara tujuan. Upaya tersebut dilakukan mengingat besarnya target yang ingin dicapai.
Wakil Menteri P2MI Christina Aryani mengungkapkan persiapan dilakukan bertahap dan terukur dengan melibatkan berbagai kementerian serta lembaga terkait.
Ia menjelaskan, pihaknya telah menjalankan sejumlah tahapan awal, mulai dari pemetaan lembaga vokasi, identifikasi ketersediaan tenaga kerja, hingga penentuan sumber suplai calon PMI. Proses ini menjadi fondasi penting untuk memastikan kesiapan tenaga kerja Indonesia agar sesuai kebutuhan pasar global.
“Jumlah targetnya besar, tetapi dari sisi persiapan seperti pemetaan lembaga vokasi dan sumber suplai tenaga kerja, semuanya sudah berjalan,” ujar Christina dalam acara Indonesia Economic Summit di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Christina menambahkan, Kementerian P2MI juga memperkuat koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Sekretariat Negara dan Kementerian Keuangan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengkaji kemungkinan target 500.000 PMI dapat dicapai dalam satu tahap.
Sejumlah program pendukung turut disiapkan, salah satunya program SMK Global yang tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga memastikan lulusan benar-benar siap dan terserap bekerja di luar negeri.
Dalam mendukung keberangkatan PMI, pemerintah juga menyiapkan solusi pembiayaan. Biaya penempatan PMI dapat dibiayai melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus PMI.
Dari sisi negara tujuan, peluang penempatan PMI dinilai masih sangat luas. Negara konvensional seperti Malaysia tetap menjadi tujuan utama, disusul kawasan Timur Tengah dengan kebutuhan sekitar 60.000 tenaga kerja.
Selain itu, Jepang dan Korea Selatan tetap menjadi tujuan strategis. Sementara itu, negara-negara Eropa Timur serta Turki mulai menunjukkan peningkatan permintaan tenaga kerja migran.
“Target negara tujuan bervariasi. Kita masih melihat negara konvensional seperti Malaysia dan kawasan Timur Tengah,” kata Christina.
Sumber;
https://www.beritasatu.com/