Pilu 16 Pemagang Di Prefektur Ishikawa & Suzu "Apa yang ingin saya lakukan sekarang? Saya ingin kembali ke negara saya..''
12 Jan 2024 - oleh : KarirJepang.id
12 Jan 2024 - oleh : KarirJepang.id
16 pemagang asal Indonesia di Suzu, Ishikawa, tidak bisa memprediksi kapan bisnis perikanan yang mereka geluti bisa dimulai lagi.
Gempa di Semenanjung Noto memberikan dampak buruk pada para pekerja asing yang menjadi tenaga kerja utama di industri perikanan lokal. Dampak tsunami tidak terlalu besar dan kapal-kapal masih aman, namun prospek untuk memulai kembali pekerjaan masih jauh.
"Tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Jika bisa, ingin pulang ke negara asal," ujar mereka dengan rasa cemas.
3 peserta pelatihan datang ke Sekolah Dasar Sho-in di kota Suzu, yang menjadi tempat pengungsian, untuk mengisi baterai ponsel mereka.
Para lansia yang mengungsi bertanya, "Kamu makan dengan baik?"
Para pemagang memberi hormat dan kembali ke asrama mereka di Takojima. Di asrama yang terbuat dari beton dengan dua lantai, 16 orang berkumpul di satu ruangan besar dengan futon dan satu kompor.
Mereka bertahan dengan onigiri dan air yang dibawa oleh kapten kapal mereka. Mereka mempertimbangkan untuk pergi ke tempat pengungsian, tetapi memutuskan untuk tetap di asrama karena "tidak ingin mengganggu, banyak orang tua yang ada di sana."
***
A (22 tahun), baru 3 bulan di Jepang. Dia terkejut oleh gempa saat mandi dan melarikan diri ke daerah yang lebih tinggi tanpa membawa apa-apa. Dia menghabiskan malam di luar dengan api unggun bersama teman-temannya dan berkata dalam bahasa Jepang, "Hampir tidak bisa tidur."
***
B (29 tahun), yang bekerja di Suzu selama 5 tahun, menunggu kepulangannya oleh orang tua, istri, dan anak perempuannya yang berusia 2 tahun di Indonesia
"Apakah kamu baik-baik saja? Sehat?" Keluarganya menelepon dengan khawatir. "Tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Untuk saat ini, hanya ingin pulang. Tidak punya tempat tinggal, tidak punya pekerjaan," katanya.
sumber:
https://www.tokyo-np.co.jp/article/301552