Top
62-811-9696-9166 - Raya
news

Bukan Ekonomi, Prioritas Nasional Jepang: Angka Kelahiran Bayi!

29 Jul 2024 - oleh : KarirJepang.id


Bukan Ekonomi, Prioritas Nasional Jepang: Angka Kelahiran Bayi!

Pemerintah Jepang berupaya keras mengatasi 'krisis' penduduk akibat kaum muda yang enggan menikah dan memiliki keturunan. Negara itu kini tengah berjuang untuk membalikkan angka kelahiran yang menurun.


Pemerintah Negeri Sakura itu bahkan menghubungi atau mengontak satu per satu pada kaum muda. Pemerintah menanyakan alasan mengapa mereka enggan menikah dan memiliki keturunan.

"Kami akan berterima kasih jika kami dapat mendengar suara Anda yang sebenarnya-apa yang Anda pikirkan, apa yang menghalangi Anda mewujudkan keinginan Anda," kata Menteri Negara Ayuko Kato dalam sebuah pertemuan pemerintah tentang membantu kaum muda Jepang menemukan pasangan, dikutip dari The Guardian dan Newsweek, Minggu (28/7/2024).


Saat ini, jumlah pernikahan di Jepang turun menjadi 474.717 tahun lalu, angka terendah sejak berakhirnya Perang Dunia II. Pernikahan sangat berkorelasi dengan kelahiran di Jepang, di mana kurang dari 3% anak lahir di luar nikah.

Badan Anak dan Keluarga Jepang mengutip survei tahun 2021 yang menunjukkan 48,1% perempuan dan 43,3% laki-laki berusia antara 25 dan 34 tahun mengatakan bahwa mereka belum menemukan pasangan yang cocok.

Sementara itu, tingkat kesuburan wanita Jepang-jumlah rata-rata bayi yang diharapkan dimiliki seorang wanita seumur hidupnya-turun ke rekor terendah 1,2 tahun lalu. Adapun, orang-orang yang berusia di atas 65 tahun kini mencakup lebih dari 30% dari masyarakat "super-tua" di negara itu.

Pergeseran demografi ini membuat para pembuat kebijakan khawatir akan masa depan ekonomi terbesar kedua di Asia itu. Perdana Menteri Fumio Kishida bahkan telah menjadikan pembalikan angka kelahiran yang menurun sebagai prioritas nasional.

"Kami tahu bahwa masalah penurunan populasi adalah tantangan strategis terbesar bagi masyarakat Jepang," kata asisten sekretaris pers Kementerian Luar Negeri Masashi Mizobuchi kepada Newsweek.


"Pemerintah telah berupaya untuk meningkatkan produktivitas, memperluas partisipasi tenaga kerja, dan mencapai angka kelahiran yang diinginkan," tambah Mizobuchi.

Dia mengatakan pemerintah Kishida telah menyusun peta jalan untuk menempatkan ekonomi dan masyarakat yang berkelanjutan pada jalur yang benar pada tahun 2030. Rencana ini mencakup langkah-langkah yang terkait dengan penuaan dan angka kelahiran, seperti memperluas tunjangan anak.

Sebagai catatan, hanya 727.277 anak yang lahir di Jepang tahun lalu, turun 43.482 dari tahun 2022 dan angka terendah sejak Jepang mulai mencatat statistik pada tahun 1899, menurut Japan Broadcasting Corp.

Kementerian Kesehatan menggambarkan situasi tersebut sebagai situasi kritis dan memperingatkan bahwa negara tersebut memiliki waktu hingga sekitar tahun 2030 untuk meningkatkan angka kelahirannya secara signifikan.




Sumber;

https://www.cnbcindonesia.com/

map
KarirJepang blog

other_news

blog

Gestur Bangga Prabowo saat Menyalami Sug...

Presiden RI Prabowo Subianto menunjukkan gestur bangga terhadap Sugianto, seorang pekerja migran Ind...

blog

Dua Orang Wanita Asal Jawa Barat Hendak ...

Praktik penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) secara ilegal kembali terungkap di ruang sidang Pe...

blog

Wamen P2MI Ingatkan CPMI Jaga Reputasi I...

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, memberikan pembekalan d...

blog

KUR Penempatan PMI Diluncurkan, Pekerja ...

Pemerintah melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) meluncurkan Program Kredi...

blog

Kementerian P2MI minta masyarakat waspad...

Direktur Jenderal (Dirjen) Pelindungan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Rinar...

blog

Timur Tengah Memanas, Menko PM: Presiden...

Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian penuh kepada pekerja migran Indonesia yang berada di Tim...

map
KarirJepang.id

our_partners